Minggu, 15 Juli 2012

Fikroh Jameelah: HADRATUSY SYEKH KH. HASYIM ASY’ARI

Fikroh Jameelah: HADRATUSY SYEKH KH. HASYIM ASY’ARI: KH. Hasyim Asy'ari oleh : Warga NU KH Hasyim Asy'ari lahir pada tanggal 10 April 1875 di Demak, Jawa Tengah. Beliau merupaka...

HADRATUSY SYEKH KH. HASYIM ASY’ARI


KH. Hasyim Asy'ari

oleh : Warga NU




KH Hasyim Asy'ari lahir pada tanggal 10 April 1875 di Demak, Jawa Tengah. Beliau merupakan pendiri pondok pesantren Tebu Ireng dan juga perintas salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Beliau juga dikenal sebagai tokoh pendidikan pembaharu pesantren. Selain mengajarkan agama dalam pesantren, ia juga mengajar para santri membaca buku-buku pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato.

Semenjak kecil hingga berusia empat belas tahun, KH Hasyim Asy'ari mendapat pendidikan langsung dari ayah dan kakeknya, Kiai Asyari dan Kyai Utsman. Hasratnya yang besar untuk menuntut ilmu mendorongnya belajar lebih giat dan rajin. Hasilnya, ia diberi kesempatan oleh ayahnya untuk membantu mengajar di pesantren karena kepandaian yang dimilikinya.

Berikut data-data beliau :
Nama Lengkap                       : KH Hasyim Asy'ari
Tanggal Lahir                          : 10 April 1875 (24 Dzulqaidah 1287H)
Tempat Lahir                           : Demak, Jawa Tengah
Wafat                                      : Jombang, Jawa Timur, 7 September 1947
Ayah                                       : Kiai Asyari
Ibu                                          : Nyai Halimah

Istri:
Nyai Nafiqoh
Nyai Masruroh

Putra / Putrinya:
Hannah, Khoiriyah, Aisyah, Azzah, Abdul Wahid, Abdul Hakim (Abdul Kholiq), Abdul Karim, Ubaidillah, Mashurroh, Muhammad Yusuf, Abdul Qodir, Fatimah, Chotijah, Muhammad Ya’kub.

Karena Hasrat tak puas akan ilmu yang dimilikinya, Beliaupun belajar dari pesantren ke pesantren lain. Mulai menjadi santri di Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), Pesantren Langitan (Tuban), Pesantren Trenggilis (Semarang), dan Pesantren Siwalan, Panji (Sidoarjo). Di pesantren Siwalan ia belajar pada Kyai Jakub yang kemudian mengambilnya sebagai menantu.

Di tahun 1892, KH Hasyim Asy'ari menunaikan ibadah haji dan menimba ilmu di Mekah. Di sana ia berguru pada Syeh Ahmad Khatib dan Syekh Mahfudh at-Tarmisi, gurunya di bidang hadis. Dalam perjalanan pulang ke tanah air, ia singgah di Johor, Malaysia dan mengajar di sana. Pulang ke Indonesia tahun 1899, Kiai Hasyim Asy'ari mendirikan pesantren di Tebuireng yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20. Sejak tahun 1900, Kiai Hasyim Asy'ari memosisikan Pesantren Tebu Ireng, menjadi pusat pembaruan bagi pengajaran Islam tradisional.
 
Dalam perjalanan pulang ke tanah air, ia singgah di Johor, Malaysia dan mengajar di sana. Pulang ke Indonesia tahun 1899, Kiai Hasyim Asy'ari mendirikan pesantren di Tebuireng yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20. Sejak tahun 1900, Kiai Hasyim Asy'ari memosisikan Pesantren Tebu Ireng, menjadi pusat pembaruan bagi pengajaran Islam tradisional.

Dalam pesantren itu bukan hanya ilmu agama yang diajarkan, tetapi juga pengetahuan umum. Para santri belajar membaca huruf latin, menulis dan membaca buku-buku yang berisi pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato. Cara yang dilakukannya itu mendapat reaksi masyarakat sebab dianggap bidat. Ia dikecam, tetapi tidak mundur dari pendiriannya. Baginya, mengajarkan agama berarti memperbaiki manusia. Mendidik para santri dan menyiapkan mereka untuk terjun ke masyarakat, adalah salah satu tujuan utama perjuangan Kiai Hasyim Asy'ari.
Meski mendapat kecaman, pesantren Tebuireng menjadi masyur ketika para santri angkatan pertamanya berhasil mengembangkan pesantren di berbagai daerah dan juga menjadi besar.

Tanggal 31 Januari 1926, bersama dengan tokoh-tokoh Islam tradisiona lainnya, Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama, yang berarti kebangkitan ulama. Organisasi ini pun berkembang dan banyak anggotanya. Pengaruh Kiai Hasyim Asy'ari pun semakin besar dengan mendirikan organisasi NU, bersama teman-temannya. Itu dibuktikan dengan dukungan dari ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan, para ulama di berbagai daerah sangat menyegani kewibawaan Kiai Hasyim. Kini, NU pun berkembang makin pesat. Organisasi ini telah menjadi penyalur bagi pengembangan Islam ke desa-desa maupun perkotaan di Jawa. Meski sudah menjadi tokoh penting dalam NU, ia tetap bersikap toleran terhadap aliran lain. Yang paling dibencinya ialah perpecahan di kalangan umat Islam. Pemerintah Belanda bersedia mengangkatnya menjadi pegawai negeri dengan gaji yang cukup besar asalkan mau bekerja sama, tetapi ditolaknya.

Dengan alasan yang tidak diketahui, pada masa awal pendudukan Jepang, KH. Hasyim Asy'ari ditangkap. Berkat bantuan putranya, K.H. Wahid Hasyim, beberapa bulan kemudian ia dibebaskan dan sesudah itu diangkat menjadi Kepala Urusan Agama. Jabatan itu diterimanya karena terpaksa, tetapi ia tetap mengasuh pesantrennya di Tebuireng.

Setelah  Indonesia merdeka, melalui pidato-pidatonya K.H. Hasyim Asy’ari membakar semangat para pemuda supaya mereka berani berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan. Ia meninggal dunia pada tanggal 25 Juli 1947 bertepatan dengan 7 ramadhan 1366H pada usia 76 tahun karena pendarahan otak dan dimakamkan di Tebuireng.

Jumat, 13 Juli 2012

YOYO SANG PEMIMPIN NEGERI



Dia terdiam dalam keramaian, hanya bisa tertunduk dan melihat keadaan dirinya. Lusuh, kotor dan amat tak layak untuk berada di tempat ini. Aku hanya terdiam menatapnya, ia begitu minder dengan teman-temannya yang rata-rata adalah anak seorang konglomerat. “kamu kenapa yo?”, ucapku sambil menepuk pundaknya dan hal itu membuatnya sedikit terkejut. “ehhmm gag papa bu..”, jawabnya lirih. “kamu gag main sma teman-temanmu?”, “mana ada yang mau main sama anak seorang pemulung seperti saya bu, negara ini negara yang menjujung tinggi siapa yang kaya dia yang bisa berkuasa dan orang miskin seperti saya ini hanya bisa menjadi babu bagi mereka, bahkan tak pernah di anggap”, jawab yoyo polos. Aku meneteskan air mata kala mendengar ucapan yoyo, “nak...gag semua orang bisa seberuntung kamu, harusnya kamu bisa bersyukur mereka tak memiliki hati sebaik kamu. Tak ada guna orang kaya harta tapi tak hati. Kamu anak yang hebat, kamu yang nantinya akan mengubah nasib keluargamu, kamu anak yang cerdas, ya anak-anak seperti kamu inilah para generasi pemimpin bangsa”, kataku sambil mengelus-elus pundak yoyo. “tapi aku tak ingin jadi pemimpin bu!!”, jawab yoyo singkat. “kenapa?”, tanya ku. “aku hanya ingin perubahan dari negeri ini, sama rata. Tak ada bapak dan ibu negara, yang ada semua orang sama. Pemimpin gag harus minta di hormati, pemimpin gag harus di layani oleh rakyat jelata, pemimpin gag harus kemana-kemana di kawal dengan ajudan yang badannya besar-besar, pemimpin gag seharusnya tinggal di rumah mewah yang di sebut “istana negara”, pemimpin gag harus duduk manis di dalam mobil mewah yang dingin dengan Acnya. Seorang pemimpin harusnya bisa duduk bersama dengan orang-orang miskin seperti saya, seorang pemimpin harusnya menjadi pelayan publik, pelayan rakyat yang siap kapanpun rakyat membutuhkan bantuan, seorang pemimpin harusnya bisa hidup dengan penuh kesederhanaan, seorang pemimpin harusnya bisa melestarikan kebudayaan bangsa dengan kemana-mana tanpa menggunakan mobil tapi menggunakan becak, seorang pemimpin harusnya bisa memberi penghidupan yang layak untuk para rakyat miskin khususnya petani yang menjadi sumber penghidupan semua hukan malah mengharap gaji yang amat besar, padahal hakikat pemimpin adalah mengayomi, menghidupi dan mensejahterakan. Bukan malah minta di ayomi, mencari penghidupan dari jabatannya dan meminta kesejahtraan untuk hidupnya dan keluarganya sendiri”, ucap yoyo semangat. Aku melihat kekecewaan yang mendalam dari dalam diri Yoyo atas nasib bangsa kita, semua orang berebut untuk menjadi orang nomor 1 di negeri ini, tapi mereka tak pernah berfikir hakikat dari suatu jabatan khusunya seorang pemimpin.
Yoyo hanya sebagian kecil dari anak bangsa kita yang merasakan kepedihan dan ketidak adilan yang ada di negeri kita. Kita berkaca pada pemimpin-pemimpin negeri sekarang ini yang lebih mementingkan isi perut mereka d bandingkan mengurusi rakyat yang ada di pinggiran yang hanya untuk mencari sesuap nasi saja sudah sangat kesusahan. Para pejabat bisa tidur nyenyak di rumah mereka yang meweh sedangkan banyak anak-anak jalan yang bahkan alas tidur saja tak punya apalagi tempat tinggal. Tragis memang tapi inilah gambaran negeri kita yang selalu kita banggakan.

Jumat, 22 Juni 2012

Pac Ipnu-Ippnu Buduran in Actions Slideshow Slideshow

Pac Ipnu-Ippnu Buduran in Actions Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Pac Ipnu-Ippnu Buduran in Actions Slideshow Slideshow ★ untuk Buduran and Indonesia (near Pasuruan). Slideshow perjalanan gratis yang menakjubkan di TripAdvisor

Rabu, 13 Juni 2012

BERKACA DARI PELANTIKAN PAC IPNU-IPPNU dan GP ANSOR BUDURAN

Acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU dan GP ANSOR Buduran yang didakan tanggal 26 Mei 2012 di kantor MWC-NU Buduran .. .
bersatunya dua banom NU yakni IPNU-IPPNU dan Gerakan Pemuda Ansor PAC Buduran sungguh mengesankan .. .
kerja sama yang berlandaskan dua kesamaan misi yakni bangkit dari keterpurakan selama beberapa tahun vakum .. .
kini mulai merentas kembali kejayaan IPNU-IPPNU dan GP ANSOR Buduran yang dulu sempat ada di puncak dan menjadi barometer PC IPNU-IPPNU dan GP ANSOR Sidoarjo ... .
solidaritas para anggota dan seluruh pengurus menjadi agenda utama untuk kembali jaya ... .
eksistensi yang ditunjukkan pada masyarakat mulai terlihat pada acara malam itu ... .
meski belum bisa dikatakan sukses besar, namun bisa di katakan berhasil sebagai langkah awal eksistensi pada masyarakat ... .
acara yang di kemas sedemikian rupa hingga menarik minat masyarakat sekitar ... .
mulai dari kreasi seni PATROL dari muda-mudi daerah Buduran dan grup sholawat AL-BANJARI yang di tampilkan langsung oleh segenap pengurus PAC IPNU-IPPNU Buduran hingga pengajian Umum oleh KH. Muh. Aliyat (Kyai dalang) dari Krembung ... .
acara PAC IPNU-IPPNU Buduran sendiri akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja yang dicanangkan akan diadakan pada tanggal 17 juli 2012 di Kantor MWC-NU Buduran ... .
Semoga ini adalah langkah awal yang bisa di jadikan acuan dan semangat bagi para generasi penerus yang berwawasan Ahlussunnah Wal Jama'ah ... .




Minggu, 20 Mei 2012

Keteguhan Hati Seorang Wanita

Keteguhan yang selalu di simpan rapi oleh seorang wanita adalah ketika ia tag pernah mengatakan tentang apa yang selama ini ia rasakan. tersimpan rapat dan hanya dia yang merasakan. meski sangat menyakiti hatinya sendiri. tanpa peluh dan kesah yang ia ucapkan, namun matanya tak dapat berbohong bahwa ia menyimpan kesedihan dan ketakutan serta kekhawatiran yang amat dalam... .

jiwanya terlihat sangat kuat dan tegar ... .
namun hatinya sangat rapuh, ia hanya dapat menangisi apa yang telah terjadi dan menerima keadaan yang sebenarnya sangat tak diinginkannya .... .

Sabtu, 19 Mei 2012

POLITIK YANG HARUSNYA TAK ADA

Kader-kader muda islam mulai terpecah oleh isu-isu sosial yang mulai merebak di kalang masyarakat. contoh kecil saja kader muda di kalangan organisasi IPNU-IPPNU mulai terkoyakkan dengan adanya politik sosial yang masuk secara perlahan tanpa kita sadari. perebutan kekuasan yang logikanya amanah sebagai ketua baik IPNU maupun IPPNU sudah menjadi tren tersendiri dan angin2 politik mulai terasa hembusannya saan sebelum KONFERCAB, padahal pemimpin atau ketua adalah bukan hal yang mudah seperti membalik sebuah telapak tangan, dan itu adalah Amanah, namun semuanya di jadikan sebuah politik layaknya pemilihan presiden.
Haus akan kedudukan dan kekuasaan bahkan sudah tak sungkan-sungkan lagi untuk di pertontonkan di depan umum. demi bisa menduduki kekuasaan itu pun mereka rela melakukan apapun termasuk mengorbankan kelanjutan dan kelangsungan organisasi tersebut .. .
Mereka tak pernah berfikir panjang bagaimana organisasi ini selanjutnya??progam apa yang harus dilakukan??terobosan baru apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan anggotanya solid??
yang ada di benak saat itu hanyalah bagaimana caranya bisa menang dalam pemilihan itu .. .
padahal untuk menjadikan sebuah organisasi itu besar kita tidak harus menjadi pimpinan atau ketua, lebih baik ada d belakang layar namun selalu memberi ide-ide baru untuk IPNU-IPPNU. dari pada harus menjadi pemimpin yang hanya buat kebanggaan diri sendiri ... .

Selamat berjuang,belajar, dan bertaqwa ... .